Sebuah malam yang Prima untuk Italia

  • Whatsapp
Italia sukses menghabisi Lithuania. Foto: Getty Images/Marco Luzzani

Reggio nell’Emilia – Italia sukses melindas Lithuania 5-0 di Kwalifikasi Piala Dunia 2022 Group C zone Eropa. Pelatih Roberto Mancini senang performa teamnya, yang banyak diisi pemain muda.
Di Stadion Mapei, Kamis (9/9/2021) pagi hari WIB, Italia sukses unggul 4-0 cuman dalam kurun waktu 1/2 jam saja. Penyerang baru Juventus, Moise Kean buka keunggulan pada menit kesebelas, manfaatkan blunder backpass dari pertahanan team tamu.

Gol bunuh diri Edgaras Utkus pada menit ke-14, tendangan Giacomo Raspadori pada menit ke-24, dan sepakan voli Kean pada menit ke-29 semakin menambahkan penderitaan Lithuania di paruh pertama.
Giovanni Di Lorenzo selanjutnya lengkapi acara pesta gol Italia di set ke-2 dengan sepakan lob cantiknya pada menit ke-54 yang bersarang di sudut kiri gawang musuh. Ini sebagai kemenangan pertama Gli Azzurri selesai Euro 2020, sebelumnya setelah ditahan seimbang Bulgaria dan Swiss.

Read More

Tidak hanya itu, hasil ini kali juga dicapai dengan hampir prima, karena Italia benar-benar memimpin permainan. Sepanjang sekitaran 90 menit, Jorginho dkk menulis 68 % kepenguasaan bola.

Italia melepas 20 shooting, dengan 5 salah satunya berbuntut gol dan satu mengenai tiang. Bandingkan dengan Lithuania yang cuman punyai satu shot on goal dari 5 usaha mereka, itu juga terjadi pada menit kesepuluh dan sukses diamankan Gianluigi Donnarumma.
Tersisa 80 menit selanjutnya, gawang Italia relatif aman dari gempuran, terhitung saat Salvatore Sirigu masuk di set ke-2 gantikan Donnarumma.

“Walau kehilangan beberapa pemain sepanjang sekian hari paling akhir, tim yang ada sanggup bereaksi secara baik. Terang musuh kami bukan team berkualitas tinggi, tetapi kamu tidak selamanya dapat cetak 5-6 gol kan setiap pertandingan, jadi barusan itu performa yang bagus.” tutur Mancini ke RAI Sport sehabis pertandingan.

Secara eksklusif, Mancini beri pujian Kean dan Raspadori yang menjadi bintang kemenangan di pertandingan ini. Pelatih 56 tahun itu berpesan ke dua pemain mudanya itu.
“Kami telah bawa Raspadori ke Piala Eropa tempo hari, kami mengetahui kwalitasnya, tetapi ia masih terbilang muda dan perlu menambahkan pengalaman. Terang, semua sekarang tergantung pada pemikiran dan performa mereka.”

“Bila mereka lakukan yang penting dilaksanakan, berusaha keras, masih tetap teratur di atas lapangan, karena itu segala hal akan ditetapkan oleh mereka sendiri, tetapi mereka patut mendapatkan peluang,” tutur Mancini kembali.

Kemenangan ini pertajam rekor tidak pernah kalah Italia jadi 37 pertandingan, paling banyak dibanding negara mana saja. Mereka menguatkan status di pucuk klassemen Group C dengan 14 point, unggul 6 point dari Swiss. Walau demikian, Swiss masih mempunyai tabungan dua pertandingan semakin banyak.

 

Source: https://sport.detik.com/

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *