Kebakaran Lapas Tangerang dan Sangkaan Kelengahan

  • Whatsapp
Menkumham Yasonna Laoly (kedua kiri) didampingi keluarga korban kebakaran lapas memberikan keterangan pers usai melakukan serah terima jenazah dan pemberian santunan di RSU Kabupaten Tangerang, Tangerang, Banten, Kamis 9 September 2021. Pemerintah lewat Kemenkumham memberikan santunan kematian kepada keluarga korban kebakaran Lapas Dewasa Klas 1 Tangerang masing-masing mendapatkan Rp30 juta. ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal
Menkumham Yasonna Laoly (kedua kiri) didampingi keluarga korban kebakaran lapas memberikan keterangan pers usai melakukan serah terima jenazah dan pemberian santunan di RSU Kabupaten Tangerang, Tangerang, Banten, Kamis 9 September 2021. Pemerintah lewat Kemenkumham memberikan santunan kematian kepada keluarga korban kebakaran Lapas Dewasa Klas 1 Tangerang masing-masing mendapatkan Rp30 juta. ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal

Etus adalah dari 41 korban meninggal dalam kejadian kebakaran di Lapas Kelas I Tanggerang pada Rabu awal hari kemarin, 8 September 2021. “Ia up-date status sekitaran jam 11 malam, beberapa saat saat sebelum kebakaran,” kata Angelin ke Tempo, Sabtu, 11 September 2021.

Angelin sekarang mengetahui status Etus di Instagram itu jadi tanda “kembalinya” sepupunya. Dia benar-benar tidak menyangka jika sepupunya pulang secara tidak pernah dibayangkannya: terbakar di Lapas.
Sangkaan Angelin itu tidak seutuhnya salah. Dari info sumber Tempo, disebut jika titik api telah kelihatan 15 menit saat sebelum jadi membesar.

Read More

“Saat api masih kecil, terpidana berteriak minta bantuan, tetapi tidak ada sipir yang berjaga-jaga di block itu,” kata sumber itu. Info itu ia dapatkan dari beberapa masyarakat binaan yang selamat dari kebakaran.

Sipir baru tiba 15 menit sesudah api telah jadi membesar dan membakar beberapa sel. Kehadiran mereka dipandang telat dan cuman dapat buka 5 dari 19 sel yang berada di block C2.

Tidak itu saja, tiadanya selang pemadam atau alat pemadam enteng, makin menyulitkan usaha petugas mematikan api.

Usaha melulutkan agni terekam dalam video memiliki durasi 38 detik yang diterima Tempo dari sumber. Pemadaman ala-ala kandungannya itu mau tak mau dilaksanakan sampai 12 branwir datang di lokasi pada jam 01.58.

Rekaman video itu kontras sama yang dikatakan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna Hamonangan Laoly. Pascaapi melahap Block C2, politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan itu mengatakan beberapa sipir berusaha melulutkan api memakai Alat Pemadam Api Enteng (APAR), tetapi tidak berhasil. “Jika ada APAR, mustahil api disiram air dari ember,” tutur sumber yang membagi rekaman video itu ke Tempo.

Sumber itu menyebutkan korsleting listrik bisa muncul karena beberapa terpidana membuat jaringan listrik ilegal dalam sel mereka. Listrik itu dipakai untuk isi daya handphone dan keperluan barang electronic yang lain.

Direktorat Reserse Kriminil Umum Polda Metro Jaya sudah menaikan status kasus itu dari penyidikan ke penyelidikan. Kepala Sektor Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Yusri Yunus menjelaskan naiknya status kasus ini sesudah penyidik mengecek 22 saksi dan lakukan gelar kasus.

Yusri menerangkan diperhitungkan ada elemen kelengahan dalam kejadian celaka itu. Faksinya akan memakai Pasal 187 dan 188 KUHP sampai 359 KUHP mengenai kelengahan dalam kejadian kebakaran yang mengambil 44 nyawa terpidana. Terbuka peluang penyidik mengecek Kepala Lapas Klas I Tangerang, Banten Victor Tegar Prihartono.

“Gagasannya, kami akan lengkapi administrasi untuk panggil kembali beberapa faksi penyelidikan kebakaran Lapas Tangerang itu,” kata Yusri

Source:https://fokus.tempo.co/

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *