LAMBRETTA V200 SPECIAL: Opsi keren skuter berpenampilan classic masa kini

  • Whatsapp
Review Lambretta V200 Special006
Foto: thegaspol

Ketidaksamaan yang lain ada di bidang kaki-kaki dan pengereman. Di mana Lambretta V200 telah diberi ABS (Anti-lock Braking Sistem) untuk rem depannya. Sedang, Anda tidak akan mendapati feature ini pada V125. Lantas pada V200 ada 2 buah suspensi yang menjaga ban belakangnya. Tetapi untuk V125 cukup dengan 1 buah suspensi.

Selebihnya, ketidaksamaan ada di bagian bodi. Di mana bodi V200 didiamkan polos. Sedang V125 dihias grafis memiliki nuansa balap retro.
Cappuccino yang saya pesan telah menyentuh hampir dasar cangkir. Kemungkinan ini waktunya bersiap-sedia meneruskan riding. Sebenarnya, cuaca berangin yang menghias Jakarta sore hari ini membuat saya cukup menyesal tinggalkan parka yang umum saya gunakan. Begitupun dengan Doc Mart unggulan saya. Walau sebenarnya jika dipikirkan setel ke-2 nya pas sekali untuk digunakan riding bersama Lambretta.

Satu cangkir cappuccino panas telah terhidang di meja. Komplet dengan “lukisan” elok yang ada di busa di atasnya. Sore itu saya menyengaja singgah ke warung kopi berlangganan untuk nikmati waktu sesaat sekalian menuntaskan tugas.

Walaupun sebetulnya sore hari bukan saat yang pas untuk nikmati menu kombinasi di antara esspresso dan susu itu. Di negara aslinya, Italia, cappuccino tidak lain ialah menu makan pagi. Tetapi berpikir saya sepanjang nikmat, kenapa tidak?

 

Kembali juga, rasanya cappuccino jadi opsi pas menjadi rekan saya tuangkan narasi pengalaman tes ride ini kali. Karena skuter yang dipakai sama sebagai “peninggalan” Italia.

Yap, jika berbicara skuter karena itu Italia tidak cuma menyajikan Vespa. Tetapi ada juga Lambretta yang kemungkinan namanya sudah tidak asing telinga. Merek skuter ini sempat memang vakum, tetapi kembali bergeliat di ajang otomotif global.

 

Aksinya di Indonesia sekarang ada di tangan PT Skuter Motor Indonesia (SMI) sebagai distributor resminya. V200 adalah dari 2 mode Lambretta yang ditawarkannya selainnya V125. Tetapi saat sebelum lebih jauh mengulas V200, sebaiknya kita kupas dahulu ketidaksamaan di antara ke-2 mode ini.

Pertama kali, kemampuan mesin ialah ketidaksamaan yang khusus. Sama sesuai namanya, Lambretta V125 Special memakai mesin 125 cc. Saat itu Lambretta V200 Special dipenuhi dapur picu 169 cc . Maka tidak boleh salah. Walau memakai nama V200, tetapi tidak langsung sebagai wakil kemampuan mesinnya.

 

Ketidaksamaan yang lain ada di bidang kaki-kaki dan pengereman. Di mana Lambretta V200 telah diberi ABS (Anti-lock Braking Sistem) untuk rem depannya. Sedang, Anda tidak akan mendapati feature ini pada V125. Lantas pada V200 ada 2 buah suspensi yang menjaga ban belakangnya. Tetapi untuk V125 cukup dengan 1 buah suspensi.

Selebihnya, ketidaksamaan ada di bagian bodi. Di mana bodi V200 didiamkan polos. Sedang V125 dihias grafis memiliki nuansa balap retro.

 

Cappuccino yang saya pesan telah menyentuh hampir dasar cangkir. Kemungkinan ini waktunya bersiap-sedia meneruskan riding. Sebenarnya, cuaca berangin yang menghias Jakarta sore hari ini membuat saya cukup menyesal tinggalkan parka yang umum saya gunakan. Begitupun dengan Doc Mart unggulan saya. Walau sebenarnya jika dipikirkan setel ke-2 nya pas sekali untuk digunakan riding bersama Lambretta.

 

Lalu, sebetulnya bagaimana rasa memakai skuter ini? Kebenaran unit yang saya coba adalah Lambretta V200 Special. Bodinya bisa jadi kelihatan singkat. Walaupun sebetulnya skuter ini mempunyai seat height jangkung, 800 cm. Pembalap dengan tinggi tubuh 180 cm saja masih dibikin sedikit berjinjit.
Tetapi nikmatnya, ada ruangan kaki yang paling luas hingga kegiatan riding jadi berasa nyaman. Status setangnya juga cocok. Tidak begitu tinggi tidak terlampau rendah. Bentuk pembalap yang memiliki tubuh jangkung akan nyaman ada di atasnya.

Salah satu catatan adalah busa jok yang tipis. Jika bisa menerka, kemungkinan design jok semacam itu dipakai untuk sesuaikan status berkendaraan supaya tidak terlampau tinggi. Karenanya bentuk jok yang seperti hanya itu, sebetulnya skuter ini telah termasuk jangkung.
Putar kunci contact dan akan kedengar suara mesin tidak berbeda jauh dengan umumnya skuter secara umum. Perform belt dan CVT-nya dalam memproses tenaga mesin juga cukup menyenangkan. Saya benar-benar nikmati skuter ini, baik saat dibawa berkendaraan setop n’ go atau sedikit nakal dengan buka gas lebar-lebar.

Pergerakan Lambretta V200 Special juga benar-benar nyaman dengan kawalan suspensi yang digunakannya. Jika bisa jujur, ada 2 buah suspensi di bagian belakang membuat pembalap berasa lebih optimis dalam bermanuver.
Lepas dari semuanya, sederhana dan menyenangkan rasanya jadi gabungan kata yang pas untuk sebagai wakil Lambretta V200 Special. Sama seperti dengan satu cangkir cappuccino. Tidak perlu banyak kombinasi, namun tetap dapat dicicipi. Hal yang lain jadi nilai imbuhnya adalah dia datang dengan sentuhan seni yang lezat di mata.

Source: http://thegaspol.com/

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *