Liga 1: Tergelincir kembali, Persija Jakarta Kecewa Terus Seimbang

  • Whatsapp
Persija Jakarta kembali gagal meraih kemenangan di Liga 1 2021/2022. Untuk kedua kalinya secara beruntun, Macan Kemayoran hanya bermain imbang. Foto: LIB
Persija Jakarta kembali gagal meraih kemenangan di Liga 1 2021/2022. Untuk kedua kalinya secara beruntun, Macan Kemayoran hanya bermain imbang. Foto: LIB

JAKARTA – Persija Jakarta kembali tidak berhasil mencetak kemenangan di Liga 1 2021/2022. Untuk ke-2 kalinya secara berturut-turut, Macan Kemayoran cuman bermain seri. Ini kali tanding melawan PSIS Semarang usai 2-2.

Baca : Liga Champions: Agenda Penyisihan Group, Barcelona versus Bayern dan Liverpool versus Milan

Read More

Sesudah ditahan PSS Sleman 1-1 pada pertandingan pertama Liga 1 2021/2022, Persija mengharap dapat rasakan kemenangan saat menantang PSIS di di Indomilk Tempat, Minggu (12/9/2021) malam hari WIB.

Persija pimpin 1-0 melalui gol Otavio Dutra yang terbentuk pada injury time set pertama. Sundulannya menyobek jaring PSIS selesai manfaatkan umpan tendangan sudut Riko Simanjuntak.

Pasukan Angelo Alessio melipatgandakan keunggulan di menit ke-49 dalam pola serbuan balik. Osvaldo Haay mengirimi operan terobosan selekasnya ditembakan Marko Simic yang tidak berhasil dibendung penjaga gawang Jandia Eka.

Sayang keunggulan 2-0 tidak bertahan sampai akhir laga. PSIS sukses menyamai posisi melalui gol Hari Nur Yulianto (71) dan gol bunuh diri Rohit Chand (81).

“Pasti secara hasil kita sedih. Tetapi saya bertanggungjawab seutuhnya berdasar hasil ini. Peristiwa gol yang kami terima di luar sangkaan. Dengan proses yang serupa kami kecolongan lewat dua sepakan bebas. Ini benar-benar aneh,” tutur Angelo Alessio.

“Kami sebenarnya pantas menang tetapi hasil satu point kami harus peroleh. Kami ini Persija. Persija tidak patut kecolongan beberapa gol semacam itu. Kami memiliki beberapa pemain eksper. Ini pertandingan yang aneh. Saya sedih,” imbuhnya, dilaman sah LIB.

Juru strategi asal Italia itu sayangkan beberapa pemainnya seakan hilang konsentrasi dan fokus mendekati laga usai. Itu dapat digunakan PSIS untuk cetak 2 gol.
Ini ibarat mengulang-ulang cerita saat bentrokan PSS Sleman di Stadion Pakansari, Cibinong pada 5 September kemarin. Waktu itu Persija unggul dahulu karena gol Yann Motta pada menit ke-17. Tetapi, dapat dibalas Irkham Zahrul Milan di menit ke-67.
“Saya tidak ingin menyaksikan laga semacam ini kembali. Kami harus berusaha keras dan perlu membenahi suatu hal,” kata pria yang sebagai pendamping pelatih pernah bawa Juventus dan Chelsea juara liga.

Hal seirama diutarakan Marko Simic. Pemain dari Kroasia itu berasa frustrasi teamnya kecolongan di beberapa akhir laga. Akhirnya dari 2 laga Persija cuman mengumpulkan dua point.

“Saya murka karena kami punyai beberapa pemain eksper. Saya tidak menduga kami telah unggul 2 gol, tetapi tidak sanggup mengontrol 35 menit paling akhir laga,” sebut Simic.

Baca : Liga Inggris; Leeds versus Liverpool, Klopp Kagum Salah Telah Bikin 100 Gol

“Kami tidak sanggup mengontrol kepenguasaan bola pada set ke-2 . Semestinya kami sanggup raih tiga point, sayang kami kecolongan 2 gol dari keadaan yang serupa,” tutupnya.

Source:https://sports.sindonews.com/

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *