Ribut Tempat Rocky Gerung di Bojong Koneng: Batasan Tipis Claim, Somasi, Main Gusur

  • Whatsapp
Salah satu alat berat sedang meratakan tanah di kawasan lahan HGU yang digarap warga, yang kini diklaim oleh PT. Sentul. Terlihat perataan tersebut dijaga dan di kawal oleh beberapa orang berbadan tegap dan sangar di wilayah Pasir Lembu dan Gunung Batu, Bojongkoneng, Babakan Madang, Bogor. Kamis, 9 September 2021. TEMPO/M.A MURTADHO
Salah satu alat berat sedang meratakan tanah di kawasan lahan HGU yang digarap warga, yang kini diklaim oleh PT. Sentul. Terlihat perataan tersebut dijaga dan di kawal oleh beberapa orang berbadan tegap dan sangar di wilayah Pasir Lembu dan Gunung Batu, Bojongkoneng, Babakan Madang, Bogor. Kamis, 9 September 2021. TEMPO/M.A MURTADHO

Ribut Tempat Rocky Gerung di Bojong Koneng: Batasan Tipis Claim, Somasi, Main Gusur

Saat sebelum ramainya perselisihan tempat tempat tinggal Rocky Gerung di Block 026 Daerah Gunung Batu, Dusun Bojong Koneng, Babakan Madang, Kabupaten Bogor rupanya banyak masyarakat yang tidak ketahui rumah berpagar cat hitam itu punya Rocky.

Read More

“Iya benar itu rumah pak Rocky Gerung, jarang-jarang yang mengetahui. Tetapi masyarakat sekitaran sini tahu, beberapa itu juga. Setiap hari pak Rocky di sini, tinggal dan nginap di sini. Jika tidak salah, dari tahun 1994 beliau telah di sini,” kata Ijan, masyarakat di tempat yang dijumpai Tempo disekitaran rumah Rocky Gerung. Jumat siang, 10 September 2021.

Ijan menjelaskan sepanjang tinggal di Gunung Batu, Bojong Koneng, ia menyaksikan Rocky pulang ke rumah itu.
Ketua RT 02/11 Gunung Batu, Bojong Koneng, Kabupaten Bogor Hazarul Hazwar benarkan jika Rocky Gerung tinggal di daerahnya di Block 026.

Dia menjelaskan jika tempat yang dikerjakan Rocky dahulunya memang tanah garapan yang ditanam singkong.

Hazarul akui baru ketahui bila tempat yang sejauh ini dikerjakan Rocky Gerung sekarang disomasi oleh PT Sentul City.

“Awalnya tidak ada pelang-pelang Sentul City, saya ketahui jika Rocky disomasi Sentul ya tahun ini. Terus yang terkena somasi bukan beliau saja, ada sekitaran sepuluh vila dan itu punya orang luar semua. Bukan masyarakat sini,” kata Hazarul ke Tempo, Jumat, 10 September 2021.

Hazarul menjelaskan setahunya, tidak cuma Rocky Gerung yang punyai tempat di daerahnya. Dia menyebutkan beberapa petinggi sampai bekas petinggi kepolisian punyai tanah di situ. Tetapi Hazarul menjelaskan beberapa petinggi itu belum mendapatkan somasi dari Sentul City.

Seterusnya: PT Sentul City memang memberikan ancaman akan membedah rumah Rocky Gerung…
PT Sentul City Tbk. memang memberikan ancaman akan membedah rumah aktivis yang pernah mengajarkan di Kampus Indonesia itu di Block 026 Daerah Gunung Batu RT 02 RW 11 Kelurahan Bojong Koneng, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor.

Haris Azhar sebagai pengiring hukum Rocky mengatakan, PT Sentul City memberinya waktu 7×24 jam ke Rocky untuk perombakan.

“Memberinya waktu 7×24 jam jika tidak membedah dan kosongkan maka minta kontribusi Unit Polisi Pamong praja untuk merubuhkan dan mengatur bangunan-bangunan,” kata pengacara Lokataru ini saat dikontak, Rabu, 8 September 2021.

Teror itu tercantum pada surat somasi PT Sentul City pada Rocky. Keseluruhan ada dua surat somasi yang dikirim terpisah pada 28 Juli dan 6 Agustus tahun ini.

Menurut Haris Azhar, ada tiga point yang diuraikan dalam surat somasi. Pertama, mengingatkan Rocky jika PT Sentul City pemilik syah tanah selebar 800 mtr. persegi di Daerah Gunung Batu RT 02 RW 11 Kelurahan Bojong Koneng. PT Sentul City mengaku tanah itu dengan modal sertifikat hak buat bangunan (SHGB) Nomor 2411 dan 2412.

Point ke-2 jika bakal ada perlakuan tegas atas sangkaan tindak pidana bila Rocky masuk daerah itu. PT Sentul City merujuk pada pasal 167, 170, dan 385 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) yang teror hukumannya optimal 7 tahun penjara.

Point ke-3 masalah teror merubuhkan bangunan dengan minta kontribusi Satpol PP bila Rocky tidak selekasnya kosongkan tempat tinggalnya.

Haris mengungkapkan, client-nya beli tanah di Daerah Gunung Batu RT 02 RW 11 Kelurahan Bojong Koneng pada 2009. Penguasa tanah fisik awalnya, lanjut ia, kantongi surat garapan.

Ia menyebutkan faksi lain tidak dapat mengeklaim pemilikan tanah itu secara sepihak. Karena, dalam hukum pertanahan ada proses ajukan pemilikan, yaitu kuasai fisik.

“Sampai di sini pertanyaannya, bagaimanakah mungkin Sentul City dapat kuasai secara hukum dengan mempunyai HGB tanpa pernah kuasai fisik,” jelas ia.

Haris meneruskan, PT Sentul City tidak pernah menjumpai atau minta tanda-tangan Rocky Gerung saat pengukur tanah oleh Tubuh Pertanahan Nasional (BPN).

“Sampai di sana saya percaya HGB itu diedarkan dengan proses yang keliru. Oleh karena itu claim Sentul City lewat HGB itu pantas ditanyakan,” tutur ia ihwal kasus claim tanah Rocky Gerung itu.

Head of Corporate Communication PT Sentul City Tbk David Rizar Nugroho benarkan jika faksinya sudah lakukan somasi ke Rocky Gerung.

Bahkan juga, menurut David somasi yang dikirimkan oleh faksinya ke Rocky Gerung bukan 2x, tetapi telah tiba pada somasi ke tiga.

Seterusnya: David menyebutkan ke-3 surat itu….

David menyebutkan ke tiga surat itu adalah pertama Nomor 128/SC-LND/VII/2021 tanggal 28 Juli 2021, surat somasi ke-2 Nomor 227/SC-LND/VIII/2021 tanggal 6 Agustus 2021 dan surat somasi ke-3 Nomor 331/SC-Land/VIII tanggal 12 Agustus 2021.

“Dasar somasi itu Karena SC ialah pemegang hak yang syah atas sektor tanah bersertifikasi SHGB Nomor B 2412 dan 2411 Bojong Koneng, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor. Somasi itu dikirim ke beberapa pihak yang menempati tempat kami yang sudah bersertifikasi, yang dikeluarkan oleh BPN barusan,” kata David saat diverifikasi Tempo, Kamis 9 September 2021.

David menjelaskan, faksi Sentul Ciity minta kantor Tubuh Pertanahan Nasional Kabupaten Bogor untuk menerangkan sejelas mungkin berkenaan posisi dan status tempat itu ialah betul sertifikat HGB punya faksinya. Dengan keterangan itu, Sentul City mengharap tidak terjadi kesimpangsiuran kembali di tengah-tengah warga.

“Kami minta Pemkab Bogor menegakkan ketentuan sama sesuai Perda Nomor 4 Tahun 2005 mengenai Keteraturan Umum pada bangunan-bangunan tanpa IMB yang berada di daerah Dusun Bojong Koneng dan Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor. Karena bangunan bangunan yang berdiri di tempat kami itu, pasti harus mempunyai IMB,” kata David.

David menjelaskan pemberian somasi pada Rocky Gerung itu mempunyai tujuan untuk kembalikan asset perusahaannya yang telah lama ini lebih banyak terkuasai oleh pelaku lain berkelit operkan pindah garapan. Sedang faksi Sentul City tak pernah melepaskan atau mengoperkan alihkan ke faksi lain.

Seterusnya: Jadi lumrah donk kami ambil tempat kembali…
“Jadi lumrah donk kami ambil tempat kembali, sama sesuai ketentuan. Karena di depan, di lokasi itu kami sedang meningkatkan tempat sama sesuai gagasan peningkatan yang ada pada master rencana yang sudah ditetapkan Pemkab bogor,” sebut David.

Tempo coba mengonfirmasi ini ke Kepala Kantor Tubuh Pertanahan Nasional Kabupaten Bogor, Sepyo Achanto. Tetapi saat di Bertanya hal sengkarut tempat di antara Rocky Gerung dan PT. Sentul City Tbk, Sepyo tidak jawab pertanyaan Tempo dan merekomendasikan untuk mengonfirmasi langsung ke Kementerian ATR/BPN.

Rocky sendiri menjelaskan PT Sentul City Tbk. sudah menggusur beberapa tempat tinggal masyarakat disekitaran tempat tinggalnya, Daerah Gunung Batu RT 02 RW 11 Kelurahan Bojong Koneng, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor. Menurutnya, penggusuran diawali minggu kemarin.

“Sentul City ini ekspos angkuhsi. Tiba mendadak dengan teror,” katanya dalam pesan text-nya, Kamis, 9 September 2021.

Sekitaran 100 keluarga yang tinggal di dua daerah digusur. Walau sebenarnya, tutur ia, masyarakat telah tinggal di situ semenjak 1/2 era lalu, tetapi miliknya di-claim PT Sentul City.
Rocky mengirim dua video ke Tempo. Video itu menunjukkan bangunan yang telah rata dengan tanah. Masih tetap ada beberapa buldoser di atas lapangan luas itu. Petugas masih tetap membedah jalanan semen walau masyarakat beramai-ramai berdiri di situ.

Awalnya, PT Sentul City melontarkan somasi ke Rocky Gerung supaya selekasnya membedah rumah yang berdiri di Block 026 Daerah Gunung Batu RT 02 RW 11 Kelurahan Bojong Koneng.

Rocky Gerung beli tempat selebar 800 mtr. persegi dari pemilik awalnya namanya Andi Junaedi pada 2009. Tetapi, tahun ini PT Sentul City mengeklaim pemilikan tanah Rocky dengan modal sertifikat hak buat bangunan (SHGB) Nomor 2411 dan 2412.

Bagaimana kisah awalnya tempat yang menjadi sengkarut itu? Kepala Dusun Bojong Koneng, Rusdi Anwar mengutarakan jika tempat sebagai perselisihan di antara Rocky Gerung dan PT Sentul City
sebagai tanah bekas hak buat usaha PT Perkebunan Nusantara atau PTPN.

Karenanya, kata Rusdi, bila terjadi konflik cuman pengadilan yang dapat memutuskan siapakah yang memiliki hak atas tanah itu.

“Karenanya tempat ex PTPN, document dan datanya berada di BPN dan Kementerian Agraria,” kata Rusdi ke Tempo, Kamis, 9 September 2021. Meskipun begitu, dia menjelaskan akan lakukan survey ke lokasi dan lakukan riset karena di daerahnya ada beberapa tempat HGU dan tempat tradisi.

“Saya perlu waktu untuk mengecek document-nya,” tutur ia.

Rusdi menjelaskan, warga asli di Dusun sejauh ini tempati tempat tradisi. Sementara beberapa pendatang umumnya tempati tempat bekas HGU. Sedang masyarakat lokal yang tempati tempat bekas HGU tidak mendapatkan somasi karena sudah tempati tanah itu semenjak zaman 1960-an.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *