7 Bukti Terkini Kasus Nani Sianida: Sidang Hybrid, Terancam Hukuman Mati

  • Whatsapp
Nani Aprilliani. (Foto: PIUS ERLANGGA/detikcom)
Nani Aprilliani. (Foto: PIUS ERLANGGA/detikcom)

Bantul – Kasus takjil sianida yang tewaskan seorang bocah di Bantul dengan tersangka Nani Aprilliani Nurjaman (25) memulai jalani sidang pertama di Pengadilan Negeri (PN) Bantul. Beberapa bukti juga menyodok dalam persidangan, apa sajakah?
1. Dituduh pasal berlapis
Sidang dipegang oleh hakim ketua Aminuddin berjalan di ruangan sidang I Cakra PN Bantul, Kapanewon Bantul, Kabupaten Bantul.

“Pertama pasal 340 KUHP, yang ke-2 subsider pasal 338, ke-3 lebih subsider pasal 353 ayat 3 KUHP, selanjutnya lebih subsider kembali pasal 351 atau ke-2 pasal 80 ayat 3 juncto pasal 78 C UU RI No 35 mengenai peralihan UU No 23 Tahun 2002 mengenai Pelindungan Anak atau ke-3 pasal 359 KUHP,” sebut Humas PN Bantul Gatot Raharjo, Kamis (16/9).

Read More

2. Terancam hukuman mati
Dengan tuduhan itu Nani Aprilliani terancam hukuman optimal hukuman berbentuk hukuman mati. Hal tersebut karena salah satunya pasal yang didakwakan ialah Pasal 340 KUHP.

“Tersangka dituduh kesatu primair Pasal 340 KUHP, subsidiair Pasal 338 KUHP, lebih subsidiair Pasal 353 ayat 3 KUHP, lebih subsidair Pasal 351 ayat 3 KUHP atau ke-2 Pasal 80 ayat 3 UU pelindungan anak atau ke-3 Pasal 359 KUHP,” kata Kasi Pidana Umum (Pidum) Kejaksaan Negeri (Kejari) Bantul Sulisyadi ke detikcom, Kamis (16/9).

“Pasal yang paling berat pasal 340 KUHP dengan teror pidananya optimal hukuman mati, sepanjang umur atau pidana penjara optimal 20 tahun penjara,” lanjut Sulisyadi.

3. Implementasi Pasal 340 KUHP dipermasalahkan
Dijumpai selesai persidangan, penasihat hukum Nani, Wanda Satria Atmaja, menerangkan faksinya berkeberatan dengan pengenaan pasal 340 KUHP mengenai pembunuhan merencanakan ke client-nya. Masalahnya apa yang sudah diperkirakan Nani tidak sesuai realitanya.

“Karena saudara Tomi (sasaran yang menerima kiriman takjil) tidak wafat. Tetapi lebih detilnya kelak dalam persidangan,” ucapnya.

4. Permintaan sidang off-line ditampik
Hakim Ketua Aminuddin, mengatakan sidang diundur sampai tanggal 27 September dengan jadwal pembacaan nota berkeberatan dari team penasehat hukum.

Penasihat hukum ajukan permintaan persidangan secara off-line. Tetapi, dengan argumen masih juga dalam penerapan PPKM Tingkat 3. Disamping itu, Aminuddin memandang persidangan online hanya untuk jamin keselamatan Nani Aprilliani.

“Dan ke-2 kita tidak tahu keselamatan tersangka bagaimana. Ke-3 ambil tahanan dari Wonosari apa harus isolasi-isolasi, jadi itu jawaban penuntut umum,” ucapnya.

5. Sidang seterusnya diadakan hybrid
Penasihat hukum tetap minta saksi-saksi didatangkan langsung. Menyikapi hal tersebut majelis hakim menyepakatinya dengan catatan khusus. Penasihat hukum disuruh memakai perlengkapan yang oke dalam sidang lewat cara online supaya persidangan online berjalan mulus.

“Tersangka masih tetap di Wonosari, saksi-saksi kita check secara off-line di PN Bantul, tersangka dapat dengar dan saksikan lewat cara online. Dan kami harap untuk penuntut umum dan PH gunakan netbook tidak boleh gunakan HP agar terlihat semua,” katanya.

6. Nani masih tetap di ada tahanan sepanjang persidangan
Hakim Aminuddin memandang persidangan online hanya untuk jamin keselamatan Nani.

“Dan ke-2 kita tidak tahu keselamatan tersangka bagaimana. Ke-3 ambil tahanan dari (Rutan) Wonosari apa harus isolasi-isolasi, jadi itu jawaban penuntut umum,” ucapnya.

7.Penasihat hukum disuruh menggunakan netbook
Karena persidangan hybrid dan tersangka ada di lokasi berlainan karena itu JPU dan penasihat hukum disuruh pastikan jika persidangan berjalan mulus dan terang.

“Tersangka masih tetap di (Rutan) Wonosari, saksi-saksi kita check secara off-line diPN Bantul, tersangka dapat dengar dan saksikan lewat cara online. Dan kami harap untuk penuntut umum dan penasihat hukum gunakan netbook tidak boleh gunakan HP agar terlihat semua,” katanya.

Source:https://news.detik.com/

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *