Karena Group WhatsApp KPK Bocor, Ustadz di Sukabumi Jadi Sorotan Khalayak

  • Whatsapp
Ustadz Encep saat mengklarifikasi isu liar yang menyebut ia Wali Allah. [Sukabumiupdate.com/Istimewa]
Ustadz Encep saat mengklarifikasi isu liar yang menyebut ia Wali Allah. [Sukabumiupdate.com/Istimewa]

Seorang ustadz di Sukabumi namanya Ustadz Encep Jainal Muttagin tiba-tiba jadi trending selesai ada photo dan cerita yang mengatakan dianya sebagai wali Allah yang dikukuhkan oleh Nabi Khidir dan Nyi Roro Kidul.

Rumor liar ini bermula rekaman suara memiliki durasi 2 menit dan 21 detik yang dibikin Bijak Rahman Hakim, Ketua DPC LSM Komune Pembasmi Korupsi atau KPK Pasundan Surade.

Read More

Diambil dari Sukabumiupdate.com-jejaring Suara.com, Sabtu (2/10/2021), masyarakat Daerah Munjul RT 01/02 Dusun Pupussari, Kecamatan Surade itu akui Pesan Suara yang menebar di program WhatsApp itu ditujukan sebagai bahan pengkajian.

“Memang betul itu suara saya, yang dibagikan di group KPK Pasundan untuk diulas dan ditelaah,” katanya.

Baca : Cewek Dapati Kekasih di Hotel Diperhitungkan Serong, Tindakan Mendamprat Disanjung Menawan dan Estetik

Tetapi, Bijak tidak menduga rekaman suara yang diutamakan untuk group intern organisasinya itu menebar ke beberapa group WhatsApp lain.

“Tidak menduga Pesan Suara itu dibagikan kemanapun dan jadi liar,” katanya.

Bijak mengaku membagi rekaman suara itu pada Kamis, 30 September 2021 ke group WhatsApp KPK Pasundan. Argumennya untuk mengonfirmasi ada anggapan warga masalah figur Encep yang dalam beberapa saat paling akhir tidak menggunakan pakaian saat pengajian atau istighosah.

“Ini sebagai pembicaraan di masyarakat sepanjang lebih kurang tiga minggu,” ucapnya.

Maksudnya membagi rekaman suara itu juga untuk minta opini anggota dan pimpinan KPK Pasundan, terutamanya di Surade.

Baca : Trending Tindakan MUA Dandan Pengantin Dihina Seperti Kembali Ngecat Tembok, Hasilnya Buat Terguncang

“Tapi Pesan Suara itu keluar group seakan-akan saya menebar fitnah,” sebut Bijak.

“Anggapan itu ramai dalam masyarakat karena peralihan Encep tidak gunakan pakaian semenjak ada gurunya dari Malang yang disebutkan abah,” sambungnya.

Modern Bijak telah mohon maaf ke keluarga besar Ustaz Encep atas sensasi yang terjadi dari pesan suara itu.

Dalam rekaman yang dibagi ke redaksi sukabumiupdate.com, Bijak memberikan keyakinan khalayak jika dia masih mempunyai ikatan keluarga dengan Encep.

Hingga ketika berada anggapan dalam masyarakat masalah rutinitas Ustaz Encep tidak menggunakan pakaian dan dikukuhkan jadi Wali Allah, Bijak tidak memercayainya.

Baca : Cewek Dapati Kekasih di Hotel Diperhitungkan Serong, Tindakan Mendamprat Disanjung Menawan dan Estetik

“Namun kekeliruan saya mengirimi Pesan Suara ke group intern KPK Pasundan,” ungkapkan ia.

Dikabarkan sebelumnya, sebuah pesan suara dan photo dengan cerita seorang ustadz di Sukabumi dikukuhkan jadi wali Allah oleh Nabi Khidir dan Nyi Roro Kidul trending di jaringan sosial media.

Ustadz yang diartikan dalam cerita itu ialah Ustadz Encep Jainal Muttagin. Dalam kesehariannya, Ustadz Encep sebagai pimpinan Pondok Pesantren Nurul Tulus di Daerah Leuwi Cagak, Dusun Cipeundeuy, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi.

Diperhitungkan, mengembangnya cerita liar yang menyebutkan dia dikukuhkan jadi Wali Allah oleh Nyi Roro Kidul dan Nabi Khidir karena rutinitas tidak memakai pakaian atau baju dalam tiap kegiatan terhitung sholat.

Diambil dari Sukabumiupdate.com-jejaring Suara.com, Ustadz yang mempunyai 150 anak didik di Pondok pesantren Nurul Tulus menerangkan mulai tidak menggunakan pakaian semenjak tiga bulan lalu. Karena dia mendapatkan saran atau perintah dari gurunya.

Baca : Trending Tindakan MUA Dandan Pengantin Dihina Seperti Kembali Ngecat Tembok, Hasilnya Buat Terguncang

“Guru saya dari Jawa Timur lewat telephone. Kin kin kamu tidak boleh gunakan pakaian dahulu, sampai kapan, lah tidak boleh bertanya sampai kapan ucapnya, kelak jika sudah usai diberitahu, oh iya saya nurut saja, karena saya di pesantren diberikan untuk patuh ke guru,” terang Encep yang dapat diundang Muttaqin oleh gurunya.
“Saya ikut asal tidak bertabrakan dengan syariat Islam, karena saya percaya dengan performa ini (tidak menggunakan pakaian) tidak menyalahi ketentuan Islam, saya tutupi aurat dengan sarung,” jelasnya.

Source:https://www.suara.com/

 

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *