Di Mana Pusara Sunan Kalijaga?

  • Whatsapp
Sunan Kalijaga
Sunan Kalijaga

Sunan Kalijaga atau Raden Mas Said sebagai salah satunya figur penebar agama Islam di Nusantara, terutamanya di kabupaten Wonogiri dan Demak, Jawa tengah. Selainnya Sunan Kalijaga, Raden Mas Said dekat bernama Lokajaya, Syekh Malaka, Pangeran Tuban, dan Raden abdurrahman.

Diprediksi Sunan Kalijaga lahir di tahun 1450 SM. Kehadiran Sunan Kalijaga mempunyai peranan besar dalam riwayat perubahan Islam di Tanah Jawa.

Diceritakan di saat-saat saat sebelum jadi Wali Songo, Sunan Kalijaga seringkali lakukan pencurian di gudang penyimpanan hasil bumi yang selanjutnya dibagi ke beberapa orang fakir atau mungkin tidak sanggup.

Sampai di suatu waktu Raden Mas Said berjumpa dengan Sunan Bonang sebagai sasaran pencuriannya, berdasar tuntunan dan nasihat Sunan Bonang, Sunan Kalijaga selanjutnya jadi siswanya dan stop lakukan pencurian dan ubahlah nama Raden Said jadi Sunan Kalijaga karena dia sudah lama menetap di Dusun Kalijaga di Cirebon.

Dijumpai dalam menebarkan nilai-nilai Islam beliau memakai mode ceramah yang berbasiskan kesenian dan kebudayaan sebagai fasilitas berdakwah diantaranya seperti membuat wayang kulit, beberapa lagu seperti gundul-gundul picul, lir-ilir, kidung rumekso ing wengi, seni gamelan dan kebudayaan Jawa yang lain.

Ceramah yang sudah dilakukan oleh Sunan Kalijaga benar-benar gampang diterima penduduknya karena dia masukkan tuntunan-ajaran Islam ke kebudayaan Jawa.
Pusara Sunan Kalijaga. [Kemendikbud]

Sunan Kalijaga sebagai Wali paling tua yang sempat hidup di tanah Jawa, yakni 131 dan meninggal dunia di tahun 1513 dan disemayamkan di Dusun Kadilangu, Kecamatan Demak Kota yakni di lingkungan Mushola Kadilangu yang dahulu dibuatnya. Bangunan mushola dan pusara Kadilangu sebagai ada pada sebuah kompleks dan bukti kehadiran Sunan Kalijaga dan dampaknya di Demak.

Arsitektur bangunan mushola dan pusara Sunan Kalijaga memperlihatkan keunikan type bangunan pada periode itu, yakni bangunan mushola berupa joglo dengan atap tumpang tiga.

Dalam kompleks ini ada pusara-makam yang lain diatur dalam beberapa halaman dengan tembok sebagai pemisah yang menjadi keunikan pusara raja atau petinggi di mana pusara khusus berada di halaman paling belakang. Untuk masuk ke pusara Sunan Kalijaga peziarah harus melalui tiga pintu gerbang.

Source:/jateng.suara.com

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *