Satuan tugas Tentukan Karantina 5 Hari untuk Semua Tipe Perjalanan

  • Whatsapp
ILustrasi perjalanan di masa pandemi. (Shutetrstock)
ILustrasi perjalanan di masa pandemi. (Shutetrstock)

Satuan tugas Pengatasan Covid-19 keluarkan Surat Selebaran No. 20 Tahun 2021 mengenai Prosedur Kesehatan Perjalanan Internasional Pada Periode Wabah Corona Virus Disease 2019 (COVID-19). Di mana ada peralihan penataan karantina dari 8×24 jam jadi 5×24 jam atau 5 hari untuk semua tipe aktor perjalanan.

Peraturan ini efisien berlaku mulai dari 14 Oktober 2021 sampai saat yang ditetapkan selanjutnya dan akan dipelajari selanjutnya sesuai perubahan paling akhir di atas lapangan atau hasil penilaian dari kementerian/instansi berkaitan.

Read More

Dengan diterapkannya SE No. 20/2021 ini karena itu SE No 18/2021, Addendum Surat Selebaran Nomor 18 tahun 2021, dan Addendum Ke-2 Surat Selebaran No.18 Tahun 2021 ditarik dan dipastikan tidak berlaku.

“Surat Selebaran ini ditujukan untuk mengaplikasikan prosedur kesehatan pada aktor perjalanan internasional pada periode wabah COVID-19. Maksudnya untuk lakukan pengawasan, pengaturan, dan penilaian dalam rencana menahan berlangsungnya kenaikan penyebaran COVID-19,” tutur Kasatgas Pengatasan COVID-19 yang Kepala Tubuh Nasional Pengendalian Musibah Letjen TNI Ganip Warsito, di Jakarta, Kamis (14/10/2021).

Baca : Up-date Ketentuan Baru Perjalanan Internasional: Periode Karantina Jadi 5 Hari Saja

Berikut rangkuman point peralihan atau tambahan yang ditata dalam SE alternatif SE 18/2021.

Kartu/sertifikat vaksin jumlah komplet harus mengatakan sudah divaksinasi minimum 14 hari saat sebelum keberangkatan dan disertakan dalam Bahasa Inggris selainnya dalam bahasa negara asal.
Aktor perjalanan internasional WNA dengan arah perjalanan rekreasi bisa masuk ke Indonesia lewat entry poin lapangan terbang di Bali dan Kep. Riau. Selainnya bukti vaksin dan hasil RT-PCR optimal 3×24 jam, aktor perjalanan harus menyertakan :

Visa Lawatan Singkat atau ijin masuk yang lain yang berjalan untuk WNA
Bukti pemilikan asuransi sebesar USD 100.000 yang memikul pendanaan untuk COVID-19
Bukti reservasi tempat fasilitas sepanjang tinggal di Indonesia

Kasatgas Mengeluarkan Surat Keputusan
Selainnya Surat Selebaran No. 20, Kasatgas keluarkan Surat Keputusan Nomor 14 Tahun 2021 mengenai Pintu Masuk (Entry Point), Tempat Karantina, dan Kewajiban RT-PCR Untuk Masyarakat Negara Indonesia Aktor Perjalanan Internasional yang efisien berlaku semenjak 13 Oktober s/d 31 Desember 2021.

Dalam SK ini, Kasatgas memutuskan dua bandar udara (Soekarno Hatta dan Samratulangi) , tiga Dermaga laut (Batam, Tanjung Pinang, dan Nunukan), dan dua Pos Lintasi Batasan Negara (Aruk dan Entikong) sebagai entry poin untuk masyarakat negara aktor perjalanan internasional.

SK ini memutuskan Wisma Pademangan sebagai tempat karantina WNI aktor perjalanan internasional yang masuk lewat entry poin lapangan terbang Soekarno Hatta, Banten yang servicenya meliputi pemondokan, transportasi, makan, dan ongkos RT-PCR.

Tempat karantina ini khusus diperuntukkan untuk WNI yang dengan status sebagai Karyawan Migran Indonesia yang Kembali lagi ke Indonesia dan tinggal minimum 14 hari di Indonesia. untuk siswa/mahasiswa yang Kembali lagi ke Indonesia sesudah ikuti pengajaran atau melakukan pekerjaan belajar dalam luar negeri, dan karyawan pemerintahan yang Kembali lagi ke Indonesia sesudah melakukan perjalanan dinas ke luar negeri.

“Dengan diputuskannya keputusan ini, karena itu Keputusan Ketua Unit Pekerjaan Pengatasan Covid-19 Nomor 13 Tahun 2021 mengenai Pintu Masuk (Entry Point), Tempat Karantina, dan Kewajiban RT-PCR untuk Masyarakat Negera Indonesia Aktor Perjalanan Internasional ditarik dan dipastikan tidak berlaku,” tutur Ganip.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *