KPK Sita Catatan Keuangan Berkaitan Kasus Suap Bupati Kuansing

  • Whatsapp
Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri. (Foto: Humas KPK)

Team penyidik Komisi Pembasmian Korupsi (KPK) mengambil alih catatan keuangan berkaitan kasus sangkaan suap pengurusan ekstensi ijin hak buat usaha (HGU) perkebunan sawit yang menangkap Bupati nonaktif Kuantan Singingi (Kuansing), Andi Putra. Catatan keuangan itu diambil alih team penyidik saat memeriksa tiga lokasi berkaitan penyelidikan kasus ini pada Kamis (21/10/2021) tempo hari.

“Dari 3 lokasi diartikan, diketemukan dan ditangkap bukti diantaranya beragam document berbentuk catatan keuangan yang diperhitungkan berkaitan dengan kasus,” kata Plt Juru bicara KPK Ali Fikri dalam penjelasannya, Jumat (22/10/2021).
Ali menjelaskan tiga lokasi yang digeledah yaitu kantor di Limpa Pulu, Riau; sebuah rumah di Tangkerang, Pekanbaru; dan rumah di Maharatu, Pekanbaru. KPK akan selekasnya minta ijin Dewas Pengawas (Dewas) untuk mengambil alih beberapa barang itu.

Read More

“Seterusnya bukti-bukti itu akan dicocokkan keterikatannya dengan kasus ini dan dilaksanakan penyitaan untuk lengkapi arsip kasus terdakwa AP (Andi Putra) dan teman-teman,” kata Ali.

Dijumpai, KPK memutuskan Andi Putra dan General Manajer PT Adimulia Agrolestari, Sudarso sebagai terdakwa kasus sangkaan suap pengurusan ekstensi ijin HGU perkebunan sawit. Penentuan terdakwa pada Andi Putra dan Sudarso dilaksanakan KPK lewat gelar kasus sesudah mengecek intens Andi Putra dan beberapa faksi yang lain yang diamankan dalam OTT di Riau.
Dalam kasus ini, PT Adimulia Agrolestari ajukan ekstensi HGU yang diawali pada 2019 dan akan usai 2024. Salah satunya syarat untuk kembali perpanjang HGU dengan membuat kebun kerja sama minimum 20 % dari HGU yang disodorkan. Tetapi, lokasi kebun kerja sama 20 % punya PT Adimulia Agrolestari yang dipersyaratkan itu, berada di Kabupaten Kampar di mana semestinya ada di Kabupaten Kuantan Singingi.

Supaya syarat bisa tercukupi, Sudarso ajukan surat permintaan ke Andi Putra sebagai Bupati Kuantan Singingi. Ini dilaksanakan, agar kebun kerja sama PT Adimulia Agrolestari di Kampar disepakati jadi kebun kerja sama. Dalam sebuah tatap muka, Andi sampaikan rutinitas untuk mengurusi surat kesepakatan dan pengakuan tidak berkeberatan atas 20 % Credit Koperasi Sempurna Anggota (KKPA) untuk ekstensi HGU yang semestinya dibuat di Kabupaten Kuantan Singingi dibutuhan minimum uang Rp 2 miliar. Sudarso menyepakati persyaratan itu.

Sebagai pertanda persetujuan, sekitaran September 2021, diperhitungkan sudah dilaksanakan pemberian pertama oleh Sudarso ke Andi Putra uang sejumlah Rp 500 juta. Selanjutnya pada 18 Oktober 2021, Sudarso diperhitungkan kembali memberikan kesiapannya itu ke Andi Putra dengan memberikan uang sekitaran Rp 200 juta.

Source: https://www.beritasatu.com

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *