Pemerintahan Mengikutsertakan Akademiki untuk Jaga Standard Program Kartu Prakerja

  • Whatsapp
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memberi sambutan dalam kegiatan tatap muka temu alumni Kartu Prakerja di Surakarta, Jumat, 18 Juni 2021. (Foto: Beritasatu.com)

Menteri Koordinator Sektor Ekonomi Airlangga Hartarto menjelaskan, penerapan peraturan dan program di beberapa bidang yang sudah dilakukan pemerintahan pada periode kritis wabah Covid-19 malah jadi momen untuk Indonesia untuk tumbuh dengan berarti. Di bidang kesehatan, beragam pengembangan sukses ada, sementara di bidang ekonomi, pemerintahan sukses melalui teror krisis dengan mengaplikasikan peraturan Rekondisi Ekonomi Nasional (PEN) lewat bansos dan stimulan peraturan yang dikasih ke warga dan aktor usaha.

Program Kartu Prakerja yang diawali pada periode wabah masuk ke rangkaian ide pemerintahan yang menyokong warga untuk selalu bertahan di dalam periode wabah, bahkan juga tekan pergerakan angka pengangguran. Program Kartu Prakerja sebagai salah satunya kesuksesan peraturan Pemerintah Cabinet Indonesia Maju yang satu diantaranya mengutamakan pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM). Sampai Batch ke-21, sudah ada 75 juta pendaftar semenjak program ini dibuka pertama kalinya pada 11 April 2020. Dari jumlahnya itu, sekitar 11,empat juta orang yang menyebar dari 34 propinsi dan 514 kabupaten/kota di semua Indonesia sudah memperoleh faedah Program Kartu Prakerja.

Berdasar riset yang sudah dilakukan, Program Kartu Prakerja jadikan jumlah pengangguran pada barisan yang menerima program itu turun dan terjadi kenaikan lumayan besar di barisan wiraswasta, yakni naik 13%, sesudah terima Program Kartu Prakerja. Instansi survey melaunching data jika yang menerima program akui alami kenaikan kapabilitas, keilmuan atau ketrampilan sesudah ikuti Program Kartu Prakerja.

“Ini hari pas 2 tahun Pemerintah Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin, Kartu Prakerja sebagai salah satunya yang lahir dan jadi sisi dalam pengatasan wabah dan ini jadi buffer buat mereka yang terserang PHK. Tingkat inflasi relatif teratasi dan harga pangan konstan,” terang Menteri Koordinator Sektor Ekonomi Airlangga Hartarto pada acara Rapat dan Press Briefing dengan Partner Instansi Penilai dan Pemantau Training Program Kartu Prakerja, di Jakarta, Jumat (22/10).

Menko Airlangga sampaikan jika semangat warga ini memvisualisasikan jika terjadi literatur digital Indonesia yang lumayan baik. Walau memiliki kandungan faktor bansos, program ini menyaratkan keterlibatan aktif pesertanya dimulai dari daftarkan diri, ikuti proses penyeleksian, ikuti dan menuntaskan training sampai pada akhirnya memperoleh dana berbentuk bansos.

Pelatihan-pelatihan yang ada di Program Kartu Prakerja mempunyai arah khusus untuk tingkatkan SDM Indonesia dengan skilling, upskilling, dan reskilling. Karena itu, standard training Program Kartu Prakerja ditingkatkan secara periodik. Pembaruan standard training ini sebagai kerjasama pemerintahan dengan mengikutsertakan support dari perguruan tinggi dan akademiki.

Deputi Sektor Koordinir Ekonomi Digital, Ketenagakerjaan, dan UMKM Muhammad Rudy Salahuddin menjelaskan, penyertaan dan support ini sama sesuai instruksi Peraturan Program Kartu Prakerja yakni Permenko Ekonomi Nomor 11 tahun 2020 di mana Management Eksekutor mengikutsertakan pakar yang mengepalai bidang saat lakukan asesmen pada training.

Screening dan Monitor

Menko Airlangga berkomunikasi langsung dengan beberapa rektor dan yang sebagai wakil perguruan tinggi dan yayasan yang turut serta dalam pembaruan standard training. Menurut dia, support dan keterkaitan akademiki bisa jaga standard Kartu Prakerja.
Keterkaitan perguruan tinggi dan yayasan yaitu dengan screening saat sebelum satu training masuk ekosistem Kartu Prakerja dan memantau setelah training masuk ke ekosistem. Proses screening dilaksanakan oleh team asesmen yang dari Kampus Indonesia, Kampus Gadjah Mada, Kampus Katolik Indonesia Atma Jaya, Kampus Airlangga, dan Yayasan Indonesia Mengajarkan. Dan pantauan dilaksanakan oleh Team Pemantau dari Institut Pertanian Bogor, Kampus Muhamadiyah Malang, dan Kampus Nadhlatul Ulama Indonesia.

“Team Asesmen dan Team Pemantau sudah bekerja semenjak Oktober 2020 untuk pastikan training di Program Kartu Prakerja sudah penuhi standard. Saya berterima kasih atas support ini. Karena Program Kartu Prakerja akan diteruskan pada 2022, saya minta supaya perguruan tinggi dan yayasan terus menolong dan memberikan dukungan Program Kartu Prakerja,” kata Menko Airlangga.

Karena kerjasama ini, Program Kartu Prakerja mendapatkan peringkat training capai 4,9 dari rasio 5, sekitar 95% peserta menjelaskan training sama sesuai ketertarikan mereka, 98% peserta menjelaskan training tingkatkan kapabilitas, 93% peserta menjelaskan training bisa diterapkan pada tempat kerja/usaha, 79% peserta memakai sertifikat training untuk melamar pekerjaan, dan sepertiga dari yang tidak bekerja saat sebelum turut prakerja, sekarang telah bekerja, baik sebagai pegawai atau wiraswastawan.

“Khusus untuk wiraswasta, Program Kartu Prakerja telah disambungkan dengan sarana Credit Usaha Rakyat (KUR), hingga ini jadi proses yang terhubung dari sisi prakerja sampai dapat memperoleh modal menjadi pengusaha,” katanya.
Dalam pada itu, Rektor Kampus Indonesia Prof. Dr. Bijak Kuncoro menjelaskan, Program Kartu Prakerja lewat training yang dikasih ke beberapa yang menerima sebagai investasi, dan berdasar data, stimulan yang diberi sesudahnya dipakai beberapa yang menerima untuk beli perlengkapan produksi. Ini bukan hanya jadi investasi untuk beberapa yang menerima tapi juga untuk tingkatkan keproduktifan.Program Kartu Prakerja yang semakin banyak ke arah pada training digital pemasaran dan makanan/minuman, sebagai tatap muka di antara keinginan dan penawaran yang match dan menolong stabilisasi inflasi.

Dan Rektor Kampus Gadjah Mada Prof. Panut Mulyono menjelaskan, materi training yang ada pada Program Kartu Prakerja ialah tipe training yang berisi kemampuan baru dan kapabilitas baru yang dapat dipakai untuk lakukan usaha baru dan membuat pasar yang sebelumnya belum dipikir. Ini jadi benar-benar juga penting untuk beberapa karyawan atau pencari kerja yang ingin sesuaikan kemampuan yang sesuai keinginan sekarang ini.

Sebagai info, pada semester II-2021, lebih dari 1.600 training sudah disodorkan oleh 173 instansi training. Pelatihan-pelatihan ini sudah dicheck dan dipantau oleh Proyek Manajemen Office (PMO) bersama dengan team pakar. Per ini hari, 440 tipe training dari 97 instansi training masih turut serta aktif dalam ekosistem Kartu Prakerja. Ini memperlihatkan jika lembaga-lembaga ini ketat sekali menegakkan standard.”Ini ialah hal yang bagus. Saya berterima kasih ke PMO Kartu Prakerja dan semua Partner Kartu Prakerja. Ada program ini membuat pasar baru yakni pasar pengajaran online yang saat sebelum rilis Program Kartu Prakerja, pasar ini tidak ada,” tandas Menko Airlangga.

Source: https://www.beritasatu.com

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *