SKK Migas: TKDN Industri Hilir Migas Gapai 58%

  • Whatsapp
Kepala SKK Migas, Dwi Soetjipto (tengah) saat pembukaan acara Forum Kapasitas Nasional 2021, di JCC Senayan, Jakarta, Kamis, 21 Oktober 2021. (Foto: Istimewa)

Unit Kerja Khusus Eksekutor Aktivitas Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) yakini industri hilir minyak dan gas bumi (migas) masih jadi lokomotif perekomian nasional.

Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto menjelaskan, industri hilir migas bukan hanya berperanan dalam akseptasi negara, tapi juga memberikan dukungan kemampuan industri nasional.

“Aktualisasi akseptasi negara dari bidang hilir migas capai US$ 9,53 miliar atau sama dengan Rp 133 triliun. Perolehan itu, melewati sasaran tahun ini senilai US$ 7,28 miliar,” tutur Dwi Soetjipto, pada acara Komunitas Kemampuan Nasional 2021 di JCC Senayan, Jakarta, Kamis (21/10/2021).
Dwi memprediksi, akseptasi negara sampai akhir 2021 capai US$ 11,7 miliar. “Ini menjadi satu diantara bidang berarti dari beberapa sektor sebagai sumber akseptasi negara, terutamanya di 2021,” paparnya.

Menurut Dwi, SKK Migas sudah sukses capai angka tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) 58% pada pembelanjaan barang atau jasa hilir migas per 30 September 2021. Perolehan ini di atas sasaran yang diputuskan pemerintahan sekitaran 50% pada 2024.

“Keseluruhan penyediaan barang dan jasa per 30 September 2021 capai US$ 2,6 miliar dengan loyalitas TKDN sejumlah 58%,” pungkasnya.
Sementara, Sekretaris Jenderal Kementerian Perindustrian (Kemperin), Dody Widodo, menjelaskan kenaikan TKDN di hilir migas akan berperanan penting dalam pembenahan susunan industri nasional untuk tingkatkan daya saing industri.

Kenaikan daya saing itu satu diantaranya kelihatan pada angka subtitusi import barang hilir migas sejumlah 36% yang bisa disanggupi industri lokal pada 2022.

“Industri lokal siap-siap untuk berkompetisi dalam negeri dan masa yang akan datang ke pasar internasional,” tegasnya.
Awalnya, Menteri Koordinator Sektor Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, menginginkan industri hilir minyak dan gas bumi (migas) bisa berperanan penting dalam menggerakkan tumbuhnya pengembangan dan tehnologi anak negeri agar bisa berkompetisi di periode kedepan.

Perkembangan pengembangan dan tehnologi itu bisa dilaksanakan lewat pengimplementasian program Kenaikan Pemakaian Produksi Dalam Negeri (P3DN) di industri hilir migas.

“Saya minta untuk memerhatikan usaha tingkatkan daya saing nasional, supaya bangsa ini jadi bangsa yang besar dan bukan hanya bangsa yang so..so saja,” tutur Luhut.
Luhut memperjelas, industri migas benar-benar penting dalam menggetarkan industri dalam negeri karena tingginya tingkat kandungan dalam negeri (TKDN).

“Kita membuat kesetiaan dan kesayangan pada produk dalam negeri. Bila ada yang kurang supaya bersama dilaksanakan pembaruan,” terangnya.

Luhut mengharap Komunitas Kemampuan Nasional bisa menghasilkan program kerja dan inovasi baru yang memprioritaskan perkembangan produksi dalam negeri.

Source: https://www.beritasatu.com

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *