Panglima TNI Perintahkan Pemberhentian Tiga Pelaku TNI AD Turut serta Kematian Handi-Salsa

  • Whatsapp
Panglima TNI Perintahkan Pemberhentian Tiga Pelaku TNI AD Turut serta Kematian Handi Salsa
Panglima TNI Perintahkan Pemberhentian Tiga Pelaku TNI AD Turut serta Kematian Handi Salsa

Jakarta, – Panglima TNI Jenderal Andika Gagah yakinkan pelaku TNI AD yang turut serta dalam kasus kematian Handi Saputra (18) dan Salsabila (14) jalani proses hukum. Begitu info tercatat Pusat Pencahayaan TNI yang diterima redaksi tvOnenews.com pada Jumat (24/12)

Andika Gagah memerintah Penyidik TNI dan TNI AD dan Oditur Jenderal TNI untuk mengolah hukum dan lakukan penuntutan hukuman optimal sama sesuai tindak pidana yang dilanggar. Panglima memberikan instruksi untuk memberi hukuman tambahan pemberhentian dari dinas militer ke tiga pelaku itu.

Read More

Berdasar info Puspen, tiga anggota TNI AD diperhitungkan turut serta dalam kejadian kecelakaan jalan raya di Kecamatan Nagreg, Kabupaten Bandung pada 8 Desember kemarin. Dua mayat korban meninggal yaitu Handi dan Salsabila diketemukan di 2 titik berlainan di Sungai Serayu pada 11 Desember.

Tiga pelaku anggota TNI AD itu ialah Kolonel Infanteri P, kini sedang jalani penyelidikan di Polisi Militer Kodam Merdeka, Manado. Selanjutnya ialah Kopral Dua DA, sedang diolah di Polisi Militer Kodam Diponegoro, Semarang.
Kopral Dua A tengah disidik Polisi Militer Kodam Diponegoro, Semarang.

Dan ketentuan perundangan yang dilanggar ke-3 pelaku TNI itu diantaranya: Undang-undang No. 22 Tahun 2009 mengenai Lalu Lintasi dan Angkutan Jalan Raya Pasal 310 dengan sanksi pidana penjara optimal enam tahun dan Pasal 312 dengan sanksi pidana penjara optimal tiga tahun.
Mereka terancam juga KUHP Pasal 181 dengan sanksi pidana penjara optimal enam bulan, Pasal 359 sanksi pidana penjara optimal lima tahun, Pasal 338 (sanksi pidana penjara optimal 15 tahun), dan Pasal 340 dengan sanksi pidana penjara optimal sepanjang umur.

Awalnya, sebuah mobil ditumpangi tiga pria menubruk Handi dan Salsa di

pada Rabu (8/12) sore. Mereka mengusung dan bawa badan Handi-Salsa ke mobil bercat hitam itu dengan argumen akan bawa sejoli itu ke rumah sakit.

Sekian hari selanjutnya, mayat Handi-Salsa diketemukan di Sungai Serayu, Jawa tengah. Aktor diperhitungkan kuat menyengaja buang badan sejoli itu.

Sebelumnya telah dikabarkan, Kapendam III Siliwangi Kolonel Inf Arie Tri Hedhianto mengutarakan sangkaan keterkaitan pelaku TNI AD dalam kasus kematian Handi dan Salsa. Beberapa ciri pelaku TNI AD itu sudah dikantongi.(toz)

Source: https:/www.tvonenews.com

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *